Sate Padang TAKANA JUO

Lidah Sapi yang Lembut dan Gurih
Berpadu dengan Kelezatan
Bumbu Sate Gagrak Pariaman

Tak perlu jauh-jauh ke Minang jika ingin menikmati seporsi Sate Padang dengan citarasa otentik. Pasalnya di depan Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat terdapat penjual Sate Padang Gagrak Pariaman yang rasanya lama bana tak kalah dengan citarasa sate di tempat asalnya. Lidah sapinya yang lembut dan gurih bergandengan dengan kuah satenya yang kental dan mantap hasil dari paduan 24 macam bumbu. Onde Mande lamaknya… Penasaran dengan keistimewaannya?

Sate Padang Takana Juo

 

Sore itu sepanjang jalan Bendungan Hilir tampak padat oleh kendaraan bermotor, pejalan kaki maupun warung tenda semi permanen yang berdiri di kanan kiri jalan. Suasana tersebut tidak menyurutkan semangat Info Kuliner untuk mencari Sate Padang Takana Juo yang recommended. Lokasinya tepat berada di depan Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat.

Walaupun banyak penjual Sate Padang di lokasi tersebut, namun Anda tak perlu takut salah, sebab banner Takana Juo paling mencolok dibandingkan dengan papan nama warung tenda sejenis.

Ada hiasan lampu warna-warni yang membuat warung kaki lima tersebut tampak rancak. Walaupun lokasinya sederhana namun antrean pelanggan cukup terlihat di warung tenda dengan luas 3×3 meter tersebut. Bagi yang membawa kendaraan pribadi Anda harus maklum saat mencari lokasi parkir karena terbatasnya lahan parkir.

Sambil menunggu pesanan datang, Info Kuliner duduk di kursi plastik yang tertata rapi mengelilingi tiga buah meja kayu panjang. Tempatnya memang tidak terlalu luas namun cukup untuk menampung 20 orang. Aroma harum dari Sate Padang yang dibakar menyeruak dan menyebar terbawa angin membuat perut jadi makin tak sabar minta diisi.

Seporsi Sate Padang disajikan dalam porsi yang cukup mengenyangkan. Sate diletakkan dalam piring yang telah dialasi dengan daun pisang yang masih segar. Satu porsi Sate Padang terdiri atas 8 buah tusuk sate dengan ketupat yang disiram kuah berwarna cokelat kemerahan dengan taburan bawang merah goreng dalam porsi yang cukup royal. Untuk varian satenya sendiri Takana Juo menyediakan 3 jenis yaitu sate lidah sapi, daging sapi dan jantung, dan yang paling favorit adalah sate lidah sapi.

H. Bagindo Sudirman, Pemilik "Sate Padang Takana Juo
H. Bagindo Sudirman, Pemilik “Sate Padang Takana Juo

Sate Padang Takana Juo memang patut diacungi jempol. Ukuran potongan lidah sapinya tergolong jumbo dibandingkan ukuran lidah sapi Sate Padang yang lain. Selain ukuran yang besar, lidah sapinya juga terasa empuk, lembut di lidah. Pasalnya H. Bagindo Sudirman sang pemilik selalu menggunakan lidah sapi kualitas super sehingga rasanya lebih mantap. Sesuai dengan aromanya yang khas dan Minang banget, bumbu rempahnya juga merasuk ke dalam lidah dengan sempurna.

Selain itu sate nya juga terasa renyah. Sebab sebelum dibakar, lidah sapi terlebih dahulu direbus selama 2  jam bersama kunyit, daun salam, daun jeruk, serai dan garam. Setelah direbus, daging kemudian dipotong-potong dan disangrai hingga kering. Daging yang telah disangrai kemudian disangrai kembali bersama dengan 10 buah bumbu rempah halus yang sebelumnya juga telah disangrai terpisah terdiri dari kunyit, lengkuas, jahe, kemiri, merica, ketumbar, jinten, cengkeh, kapulaga, dan biji pala. Setelah lidah sapi tercampur dengan bumbu dan mengering kemudian lidah ditusuk dengan lidi dan kembali dibakar.

sate-padang-takana-juoSupaya tampilan sate nya rancak (cantik) dan tidak gosong maka dalam proses pembakarannya menggunakan arang batok kelapa dengan terlebih dahulu sate diolesi dengan minyak kelapa. “Kita menggunakan arang batok kelapa supaya  sate nya lebih bersih, tidak berdebu san matang lebih pas. Karena batok kelapa panasnya lebih awet, supaya tidak gosong bakar sate nya juga jangan lama-lama,” papar Reviyanto sebagai pengelola Sate Padang Takana Juo.

Selain sate nya yang enak, rasa bumbunya juga tidak kalah juara. Kuahnya disajikan pula dalam porsi royal, kental, berwarna coklat kemerahan berasa gurih dengan aroma bumbu rempah yang tajam. Kuah sate padang dibuat dari air kaldu rebusan lidah sapi yang dicampur dengan 24 macam bumbu yang terdiri dari cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, lengkuas, jahe, merica, kapulaga, cengkeh, jinten, biji pala, ketumbar, daun kunyit, daun salam, daun jeruk, bunga pekak, serai, asam kandis, bubuk kari, garam, tepung beras bermerek terkenal bagus. (Tabloid Info Kuliner)

koran